Pernahkah Anda melintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat? Kalau pernah, pasti Anda pernah melihat Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang memiliki nilai filosofi dari facade Gedung MK Gedung MK yang terbuka tanpa pagar memang untuk melambangkan bahwa MK terbuka bagi masyarakat dari kalangan manapun yang ingin memperjuangkan hak konstitusionalnya. Lalu, sembilan pilar yang menyangga adalah mewakili Sembilan Hakim Konstitusi.
Pembangunan Gedung MK dimulai sejak 17 Juni 2005 diputuskan berdasar kesepakatan para Hakim Konstitusi dan diwujudkan oleh Ir. Soprijanto. Bangunan ini dibagi menjadi dua bagian, podium dan menara. Podium yang terdiri dari 4 lantai bergaya klasik tampil sebagai gedung utama.. Sedangkan menaranya yang terdiri dari 16 lantai dibangun dengan gaya klasik modern tampak sebagai background podium. Kesembilan pilar yang berdiri kokoh di muka bangunan itu tidak hanya memberi kesan megah. Dengan desain arsitektur neo-klasik yang dipadukan dengan arsitektur modern. Pilar di depan Gedung MK juga merupakan representasi dari gaya arsitektur klasik. Jumlah pilar MK yang berjumlah sembilan (ganjil) yakni mewakili Sembilan Hakim Konstitusi yang menyangga MK selaku lembaga penegak Konstitusi.
Kubah
MK didesain dengan nuansa klasik sesuai dengan arsitektur gedung
lembaga peradilan pada umumnya di dunia. Kubah MK ini menggunakan
Utomodeck: sistem shingles dengan TECUⓇ Patina yaitu tembaga yang
dilapisi platina. Jenis coil ini sudah dilapisi proteksi permukaan
secara menyeluruh yang menjamin perlindungan atap lebih tahan lama.
Sistem shingles sendiri memiliki lipatan yang sudah di seaming dan
didudukan sehingga terlihat datar. Dapat digunakan untuk desain atap
kerucut, kubah/dome, limasan, dan lain-lain. Solusi atap untuk desain
unik dan modern masa kini.
Regards,
Office Utomodeck Metal Works
Jl. Basuki Rahmat No. 149 Surabaya
031 545 1945 / HP: 081331382956 (wa)
Marketing: 0817 0349 5057 (Nenik)






















